Sabtu, 07 Desember 2013

KEMBALINYA BUNG KELINCI


Bung Kelinci dan Teman-temannya. Itulah judul buku karya Enid Blyton terbitan Gramedia, tahun 1986 yang paling favorit bagi saya. Mengapa? Karena cerita-ceritanya bikin nyengir, senyum-senyum sendiri bahkan tertawa.
Sebagian besar cerita dalam buku yang saya dapat di Indonesia Book Fair 2012 ini memang tentang kecerdikan Bung Kelinci dalam mengelabui Pak Serigala, Pak Beruang dan Bang Rubah.
Karena sangat menyukainya inilah saya terpikir ingin membuat kisah Bung Kelinci yang cerdik versi saya. Syukur-syukur saya bisa menambah koleksi ceritanya hingga kelak menjadi calon buku.
Sebenarnya sudah ada enam cerita yang berhasil saya buat. Salah satunya, "Bung Kelinci yang Cerdik" pernah saya ikutkan dalam lomba dan berhasil menjadi pemenang harapan.

Berikut ini lima paragraf awal cerita lainnya yang saya buat tentang kisah kecerdikan Bung Kelinci. 


BUNG KELINCI TERKENA JERAT
Oleh : Ganda Rudolf

“Hei, sedang apa kau Bung Kelinci?” seru Bang Rubah ketika melintasi hutan dan melihat Bung Kelinci terayun-ayun dengan kepala di bawah sementara kaki terikat pada tali yang menggantung di atas pohon.  bersambung...

(Cerita ini tentang Bung Kelinci yang sedang terjerat di atas pohon sementara Bang Rubah melihatnya. Cemas apabila rubah itu tahu maka dirinya gampang ditangkap, Bung Kelinci harus mengelabuinya. Nah, bagaimana akal Bung Kelinci ? )

GARA-GARA TIMBANGAN
Oleh : Ganda Rudolf

Bung kelinci baru saja mencoba-coba timbangan yang menggeletak begitu saja di depan kebun Pak Tani. Biasanya alat itu dipakai untuk menimbang sayur mayur  hasil panen. bersambung...

(Secerdik-cerdiknya Bung Kelinci, tetap saja dia kelinci tak sempurna. 
Ketika Bung Kelinci bermaksud membantu Pak Beruang yang sedang ribut dengan Kakek Kura-kura perihal berat wortel yang dibelinya, Bung Kelinci menyarankan menggunakan timbangan Pak Tani. Tapi timbangan itu justru membuat masalah. Ada apakah dengan timbangan itu?)

PAK BERUANG DAN SEKARUNG WORTEL
Oleh : Ganda Rudolf

 “Huah! Alangkah panasnya!” gerutu Bung Kelinci berjalan sempoyongan, lidah dijulurkan, napas tersengal-sengal, keringat bercucuran. Seperti binatang teler rupanya.  bersambung...

(Di cuaca yang panas, Bung Kelinci nyaris mati kehausan. Tiba-tiba Pak Beruang menyerobotnya dengan sekarung wortel dipanggul. Maka terbitlah air liurnya akan isi karung yang gemuk itu. Apa yang dilakukan Bung Kelinci? )

PAK BERUANG PANEN WORTEL
Oleh : Ganda Rudolf

Bung Kelinci kesalnya bukan main. Ia hendak meminjam wortel Pak Beruang tidak diberi. Padahal besok Pak Beruang panen wortel besar-besaran. bersambung...

(Makanya, jadi Beruang jangan pelit-pelit! 
Mungkin nasihat ini cocok untuk Pak Beruang. Karena ia tak mau meminjamkan beberapa wortel kepada Bung Kelinci disaat makin sulitnya mencuri  sayur mayur Pak Tani sebab banyak terpasang jerat di kebun, Bung Kelinci melampiaskan kekesalannya dengan memberi pelajaran pada beruang pelit itu. Seperti apa pelajaran yang diberi Bung Kelinci?)


PAK SERIGALA YANG INGIN JADI GEMBALA
Oleh : Ganda Rudolf

“Hei, Bung Kelinci! Kebetulan. Kemarilah!”
Bung kelinci yang tadi sudah berusaha mengendap-endap melewati rumah Pak Serigala dengan tujuan menghindar pemilik rumah pemakan daging, terpaksa menahan kakinya. bersambung...

(Pak Serigala ingin jadi gembala? Nggak salah?!
Bung Kelinci terkejut mendengarnya. Tujuan itu memang baik, tapi ia tak percaya Pak Serigala bisa menjadi gembala yang baik. Jangan-jangan itu akal-akalan saja. Karena sepanjang hidupnya, tak ada serigala yang bisa menahan liurnya ketika berhadapan dengan mahluk berdaging lezat. Lalu bagaimana cara Bung Kelinci agar serigala itu mengurungkan niatnya?)


2 komentar:

  1. wah, keren ide ceritanya, salam kenal ya. :D Aku dari Lampung juga nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga :D. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Ya, semoga Buku Cerita Bung Kelinci bisa saya wujudkan..

      Hapus